Info Sukadana – Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap tingginya angka kekerasan terhadap anak di wilayahnya. Hingga pertengahan tahun 2025, tercatat 23 kasus kekerasan anak, mencakup kekerasan seksual, fisik, hingga kejahatan berbasis digital.

Hal ini diungkapkan Amru saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Lintas Sektor dalam Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi” di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara, Sukadana, Kamis (10/7/2025).
“Ini angka yang memprihatinkan dan harus jadi alarm bagi kita semua untuk bertindak lebih serius. Perlindungan anak tak bisa dikerjakan sendiri, tapi harus kolaboratif lintas sektor,” tegas Amru.
Sinergi Lintas Sektor Ditekankan untuk Atasi Kekerasan Anak
FGD yang digagas Tim Program Kreasi ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari anggota DPRD, OPD terkait, lembaga perlindungan anak, organisasi masyarakat, hingga tokoh agama. Tujuannya untuk merumuskan langkah strategis dan kebijakan yang lebih kuat dalam mencegah kekerasan dan eksploitasi anak di Kayong Utara.
Amru menegaskan bahwa upaya ini tidak boleh hanya menjadi formalitas, melainkan harus berdampak langsung.
Baca Juga : Antisipasi Kenakalan Remaja, Polres Kayong Utara Gencarkan Patroli Gabungan Malam
“Mari jadikan diskusi ini sebagai momentum untuk menyusun langkah konkret yang dapat segera ditindaklanjuti masing-masing instansi,” ujarnya.
Perlindungan Anak Jadi Prioritas Pembangunan Daerah
Amru menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam mendukung perlindungan anak sebagai bagian dari prioritas pembangunan daerah. Ia mengajak semua pihak—pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan komunitas. Untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, dan berkeadilan. Upaya ini dinilai sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan mampu berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa.
“Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kolektif semua pihak, termasuk keluarga dan komunitas,” tutupnya.















