Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Rutan Sukadana Kembangkan Program Ketahanan Pangan, Panen Perdana Banjir Pujian

banner 800x150

Panen Raya di Rutan Sukadana: Bupati Lampung Timur Turun Langsung, Warga Binaan Dapat Apresiasi

Info Sukadana- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sukadana menjadi sorotan positif setelah berhasil menggelar panen bersama sayuran pakcoy dan ikan patin di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pada Minggu (17/8/2025). Momen ini terasa istimewa karena panen dilakukan langsung bersama Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung Timur.

Acara panen raya ini bukan hanya menjadi simbol keberhasilan program ketahanan pangan di lingkungan Rutan, tetapi juga bukti nyata bahwa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mampu menghasilkan karya positif melalui pembinaan yang tepat.

Klik Disini
Rutan Sukadana Kembangkan Program Ketahanan Pangan, Panen Perdana Banjir Pujian
Rutan Sukadana Kembangkan Program Ketahanan Pangan, Panen Perdana Banjir Pujian

Baca Juga : Rutan Sukadana Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Semangat Nasionalisme Tumbuh di Balik Jeruji


Suasana Panen yang Meriah dan Penuh Kebersamaan

Sejak pagi, halaman Rutan Sukadana dipenuhi suasana ceria. Tanaman pakcoy tumbuh subur dengan daun hijau segar, sementara kolam budidaya patin memperlihatkan hasil panen ikan berukuran besar. Para Warga Binaan dengan bangga menunjukkan hasil kerja keras mereka kepada Bupati dan jajaran pejabat yang hadir.

Kepala Rutan Sukadana, Farizal Antony, mengungkapkan rasa syukur sekaligus bangga atas capaian ini. “Terima kasih atas apresiasi dan dukungan Ibu Bupati serta Forkopimda. Dukungan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus memberikan pembinaan yang bermanfaat. Kami yakin dengan sinergi yang kuat, pembinaan kemandirian di Rutan Sukadana bisa berjalan semakin optimal,” ujarnya.


Program Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Warga Binaan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ela Siti Nuryamah juga mendapatkan penjelasan langsung mengenai mekanisme pelaksanaan program ketahanan pangan. Mulai dari proses pembibitan sayuran, perawatan tanaman, budidaya ikan, hingga cara panen dan pengelolaan hasilnya—semua dilakukan sendiri oleh para Warga Binaan dengan bimbingan petugas.

Program ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan internal Rutan, tetapi juga sebagai sarana rehabilitasi yang memberi kesempatan bagi Warga Binaan untuk belajar keterampilan baru. Harapannya, setelah bebas nanti, mereka dapat kembali ke masyarakat dengan bekal pengetahuan dan keahlian di bidang pertanian maupun perikanan.


Bupati Apresiasi, Panen Disebut Berkualitas Tinggi

Bupati Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah inovatif Rutan Sukadana. Ia menilai program ini sejalan dengan misi pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memberdayakan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.

“Saya sangat bangga melihat lahan terbatas di Rutan bisa dimanfaatkan dengan baik. Sayurnya segar-segar, subur, dan berkualitas, tidak kalah dengan yang dijual di pasar. Ikan patinnya juga besar-besar, ini hasil yang sangat luar biasa,” ujar Bupati sambil tersenyum.

Ia menambahkan, keberhasilan ini harus menjadi inspirasi. “Program ini bukan hanya bermanfaat untuk kebutuhan pangan di dalam Rutan, tetapi juga memberikan keterampilan penting bagi Warga Binaan agar siap hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat.”


Komitmen Rutan Sukadana

Apresiasi besar dari Bupati dan Forkopimda menjadi penyemangat bagi jajaran Rutan Sukadana untuk terus mengembangkan program serupa. Kepala Rutan menegaskan, pihaknya berkomitmen menghadirkan pembinaan yang lebih inklusif, khususnya yang berhubungan dengan kemandirian dan ketahanan pangan.

Hal ini sejalan dengan misi besar Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, yang menekankan pentingnya pembinaan kemandirian sebagai bekal hidup bagi Warga Binaan. Dengan keterampilan nyata yang dimiliki, diharapkan mereka bisa kembali ke masyarakat tanpa stigma negatif dan bahkan mampu membuka peluang usaha baru.


Harapan ke Depan

Keberhasilan panen pakcoy dan ikan patin di Rutan Sukadana tidak hanya menjadi pencapaian lokal, tetapi juga bukti bahwa konsep pembinaan berbasis kerja nyata bisa berjalan efektif. Jika terus dikembangkan, bukan tidak mungkin hasil panen ini ke depan bisa dipasarkan lebih luas, sekaligus menjadi produk unggulan daerah.

“Ini baru langkah awal. Kami ingin program ini terus berkembang, bukan hanya untuk konsumsi internal, tapi juga menjadi bagian dari kontribusi nyata Warga Binaan kepada masyarakat,” tutup Farizal Antony penuh optimisme.


Dengan adanya program semacam ini, Rutan Sukadana membuktikan bahwa pembinaan di balik jeruji besi tidak selalu identik dengan hukuman. Justru, di sinilah muncul harapan baru: menjadikan Warga Binaan lebih terampil, mandiri, dan siap menatap masa depan dengan penuh optimisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *