InfoSukadana- Kepedulian nyata dari PemKot Serang akhirnya diwujudkan dalam bentuk bantuan dana kerohiman bagi warga Sukadana yang terdampak proyek normalisasi Kali Cibanten. Dalam sebuah keputusan penting, Pemkot resmi mengalokasikan dana sebesar Rp1,2 miliar untuk membantu ratusan keluarga yang rumahnya harus ditertibkan karena berdiri di bantaran sungai.

Baca Juga : Manchester United Belanja Besar! Tapi Masih Belum Punya Striker Haus Gol?
Komitmen Pemerintah: Tak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Menghargai Warga
Proyek normalisasi Kali Cibanten memang sangat vital untuk mencegah banjir dan memperbaiki aliran sungai di wilayah Kota Serang. Namun, proyek ini juga berdampak langsung pada masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di kawasan Sukadana, di mana ratusan rumah harus dibongkar.
Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, Pemkot Serang memutuskan memberikan dana kerohiman kepada warga terdampak, yang nilainya mencapai Rp5 juta per kepala keluarga (KK). Total terdapat 244 KK yang akan menerima bantuan ini.
“Ini bentuk penghargaan pemerintah kepada warga yang telah rela rumahnya ditertibkan demi kepentingan umum. Meskipun rumah mereka berdiri di atas tanah negara, kami tetap ingin menunjukkan empati dan perhatian,” kata Arif Redi Winata, Kepala Bidang Anggaran BPKAD Kota Serang, pada Jumat (18 Juli 2025).
Relokasi dan Bansos: Pemerintah Tidak Lepas Tangan
Selain memberikan dana kerohiman, Pemkot Serang juga telah menyiapkan fasilitas relokasi bagi warga Sukadana yang terdampak. Salah satu solusi yang disiapkan adalah menempatkan warga ke Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Margaluyu, yang memang dibangun sebagai alternatif hunian sementara bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Hingga saat ini, sekitar 40 KK sudah menghuni Rusunawa tersebut, sementara sebagian lainnya masih menyewa kontrakan atau menumpang di rumah kerabat mereka. Untuk mengurangi beban hidup mereka, Pemkot juga memberikan subsidi sewa selama satu tahun penuh secara gratis.
“Selain bantuan tunai, kami juga sudah berikan bansos dan pembebasan biaya sewa Rusunawa selama 12 bulan. Kami ingin memastikan bahwa mereka tetap memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar Arif.
Anggaran Sudah Masuk dalam APBD Perubahan 2025
Dana kerohiman sebesar Rp1,2 miliar ini bukan sekadar wacana. Menurut Arif, anggaran tersebut sudah dimasukkan dalam Rancangan APBD Perubahan Kota Serang Tahun 2025. Proses penyusunan dan pengalokasian dana ini dilakukan berdasarkan data resmi yang telah diverifikasi oleh Pemkot bersama perwakilan warga Sukadana.
“Ini bukan keputusan sepihak. Kami duduk bersama warga dan wali kota dalam rapat, menyepakati nilai dan skema bantuan. Semuanya transparan,” jelasnya.
Pemkot juga akan melakukan verifikasi bertahap terhadap daftar penerima, agar dana benar-benar diterima oleh keluarga yang berhak. Langkah ini diambil untuk menghindari kesalahan sasaran atau penyalahgunaan bantuan.
Respon Warga dan Harapan Ke Depan
Sebagian warga yang sudah direlokasi ke Rusunawa menyambut baik keputusan ini. Mereka mengaku lega karena merasa tidak ditinggalkan oleh pemerintah setelah kehilangan tempat tinggal.
“Kami bersyukur karena tidak hanya digusur, tapi juga diberi solusi dan bantuan. Semoga dana ini bisa segera cair,” ujar salah satu warga Sukadana yang kini menempati Rusunawa Margaluyu.
Meski begitu, sejumlah warga yang belum mendapatkan tempat tinggal tetap berharap agar pemerintah mempercepat proses penyaluran bantuan dan mempermudah akses mereka ke hunian baru.
Langkah Manusiawi di Tengah Proyek Besar
Langkah Pemkot Serang dalam memberikan dana kerohiman dan solusi hunian ini menjadi contoh positif dalam proses pembangunan yang menyentuh aspek sosial. Proyek normalisasi sungai memang penting untuk keberlangsungan lingkungan dan keselamatan kota, namun pendekatan manusiawi terhadap warga terdampak adalah kunci suksesnya pelaksanaan proyek tersebut.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, proyek-proyek pembangunan bisa berjalan lancar tanpa mengorbankan hak-hak dasar warga.
Kesimpulan:
Pemkot Serang membuktikan bahwa pembangunan tidak harus selalu identik dengan konflik sosial. Dengan mengalokasikan dana kerohiman, memberikan bansos, dan menyediakan Rusunawa bagi warga terdampak, pemerintah menunjukkan kepedulian nyata terhadap warganya. Kini tinggal menunggu realisasi bantuan dan kelanjutan relokasi agar semua warga Sukadana bisa kembali hidup nyaman di tempat yang lebih aman dan layak.















