Info Sukadana – Hubungan antara Amerika Serikat dan China yang sempat memanas akibat kebijakan tarif perdagangan, kini menunjukkan tanda-tanda mencair. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, bertemu langsung dengan Menlu China, Wang Yi, di sela-sela forum ASEAN Foreign Ministers Meeting yang berlangsung di Kuala Lumpur, Jumat (11/7/2025).

Salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut adalah pembahasan rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping yang akan digelar dalam waktu dekat di Malaysia. “Kami akan segera membuat pengumuman terkait peningkatan kemitraan strategis,” ujar Rubio dalam pernyataan resminya yang dikutip dari state.gov.
AS Siap Negosiasi Sebelum Tarif Diberlakukan 1 Agustus
Rubio menyatakan sikap AS terhadap kebijakan tarif impor bisa berubah. “Tarif belum efektif sampai 1 Agustus. Kami terbuka untuk negosiasi dengan negara-negara terdampak sebelum tanggal tersebut,” ujarnya.
Menurut Rubio, pertemuannya dengan Wang Yi berlangsung sangat positif. “Ini adalah diskusi yang sangat konstruktif. Kami membahas berbagai isu mulai dari perdagangan hingga keamanan kawasan,” kata Rubio, yang mengulang kata “konstruktif” enam kali dalam sesi wawancara.
Pertemuan Trump-Xi Jadi Agenda Strategis AS-China
Rubio menegaskan bahwa baik Trump maupun Xi sama-sama ingin melakukan pertemuan langsung. Saat ini kedua negara tengah mengatur jadwal pertemuan. Walau tanggalnya belum ditentukan, pertemuan ini disebut akan menjadi kunci pemulihan hubungan dagang dan diplomasi kedua negara adidaya.
Baca Juga : ASEAN Perkuat Perdagangan Hadapi Tarif, RI Optimis Produk Makin Kompetitif
ASEAN Kena Imbas Tarif, China Ambil Peran
Pertemuan tersebut berlangsung dalam forum ASEAN Foreign Ministers Meeting yang juga dihadiri perwakilan negara-negara Asia Tenggara. Sebagian dari mereka terkena dampak tarif impor baru dari AS, yakni:
-
Malaysia: 25%
-
Indonesia: 32%
-
Kamboja & Thailand: 36%
-
Laos & Myanmar: 40%
Hanya Vietnam yang mendapatkan pengecualian setelah sukses berdiplomasi.
Menlu China Wang Yi menyatakan kesiapannya mempererat kerja sama ekonomi dengan ASEAN. Tiongkok menawarkan pembentukan China-ASEAN Free Trade Area 3.0, mempercepat implementasi RCEP, serta memperkuat rantai pasok dan industri antar-negara kawasan.
Belt and Road, Energi Bersih, dan Transformasi Digital
Wang juga menyebut bahwa inisiatif Belt and Road (BRI) tetap menjadi andalan kerja sama multilateral. Fokus utamanya meliputi pembangunan infrastruktur, energi bersih, transformasi digital, dan kecerdasan buatan.
“Kami ingin membangun jaringan perdagangan bebas yang berkualitas tinggi dan adil, sambil memastikan setiap perbedaan diselesaikan melalui dialog yang saling menghormati,” tegas Wang.
Rubio Tegaskan Tarif Bukan Keuntungan untuk China
Rubio membantah tudingan bahwa kebijakan tarif dari Trump memberi peluang emas bagi China. “Kami tidak memandang tarif ini sebagai keuntungan siapa pun, melainkan sebagai kesempatan menata ulang perdagangan global agar lebih adil untuk rakyat Amerika,” jelasnya.
Kunjungan Rubio ke forum ASEAN ini merupakan yang pertama sejak menjabat sebagai Menlu AS. Banyak pihak menilai kunjungan ini sebagai bentuk diplomasi untuk memperbaiki relasi dan memastikan bahwa AS tetap menjadi mitra strategis kawasan Asia Tenggara.















